Login

Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.

Search

Promo

Shoutbox

You must login to post a message.

19-12-2016 06:56
test

16-12-2016 07:33
Tuliskan PEsan anda untuk Proses akrivasi USer setelah anda mengakrifasi melalui Email...

16-12-2016 07:31
TEsting PEsan

Forum Threads

tugas etika profesi Danang Suryoherbanu

News

MAKALAH
ETIKA PROFESI
PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL





DOSEN PEMBIMBING
M.Danuri

DISUSUN OLEH
Danang Suryoherbanu

UNIVERSITAS ALFABANK SEMARANG
FAKULTAS DESAIN GRAFIS
2016







BAB. I
Pendahuluan
Pertama-tama saya bersyukur kepada alloh.swt karena karunianya saya bisa menyelesaikan makalah etika profesi, tidak lupa saya berterimakasih kepada dosen pembimbang saya Bp. M Danuri. Dalam makalah kali ini saya akan membahas tentang pekerjaan, profesi, dan profesional. Mulai dari pengertian pekerjaan, profesi, dan profesional, perbedaan pekerjaan, profesi, dan profesional, ciri-cirinya, dll. Akan dibahas dalam makalah ini.

BAB.II
Pembahasan
Mungkin kita sudah tidak asing dengan kata pekerjaan, profesi, dan profesional. Tapi apa sebenarnya definisi dari pekerjaan, profesi, dan profesional. Berikut adalah penjelasan tentang pekerjaan, profesi, dan profesional.
Pengertian pekerjaan, profesi, dan profesional.
Pekerjaan, yaitu sebuah aktifitas antar manusia untuk saling memenuhi kebutuhan dengan tujuan tertentu, dalam hal ini pendapatan atau penghasilan. Penghasilan tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan, baik ekonomi, psikis maupun biologis. Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi. Disini saya akan langsung menjelaskan contoh perbedaan pengertian pekerjaan dan profesi.
Ciri-ciri pekerjaan :
• Tidak perlu pendidikan khusus.
• Hanya membutuhkan ketrampilan.
• Upah hanya digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari.
Contoh pekerjaan :
• Penjaga warnet.
• Kuli bangunan.
• Kuli angkat.
• Buruh pabrik.
Profesi, merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu.

Ciri-ciri profesi :
• Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
• Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
• Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
• Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
• Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Contoh profesi
• Dokter
• Tentara
• Insinyur
• Arsitek
• Dll
Profesional adalah orang yang memiliki profesi atau pekerjaan yang dilakukan dengan memiliki kemampuan yang tinggi dan berpegang teguh kepada nilai moral yang mengarahkan serta mendasari perbuatan. Atau definisi dari profesional adalah orang yang hidup dengan cara mempraktekan suatu keterampilan atau keahlian tertentu yang terlibat dengan suatu kegiatan menurut keahliannya. Jadi dapat disimpulkan profesional yaitu orang yang menjalankan profesi sesuai dengan keahliannya. Seorang profesional tentunya harus mempunyai keahlian yang di dapatkan melalui suatu proses pendidikan dan disamping itu terdapat unsur semangat pengambilan dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Dalam melakukan tugas profesi, seorang profesional harus dapat bertindak objektif, yang artinya bebas dari rasa sentimen, benci, malu maupun rasa malas dan enggan bertindak serta mengambil keputusan.
Ciri-ciri profesional :
• Yang pertama, Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi.
• Yang kedua, Memiliki kode etik.
• Yang ketiga, Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang tinggi.
• Yang keempat, Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.
• Yang kelima, Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan program kerja.
• Yang kelima, Menjadi anggota organisasi dari profesinya.
3 (Tiga) hal pokok yag ada pada seseorang profesional
Profesional ialah seseorang yang memiliki tiga hal pokok yang ada didalam dirinya, yang diantaranya meliputi:
• Skill, yang artinya orang tersebut harus benar-benar ahli di bidangnya.
• Knowledge, yang artinya orang tersebut harus dapat menguasai, minimalnya berwawasan mengenai ilmu lain yang berkaitan dengan bidangnya.
• Attitude, yang artinya bukan hanya pintar, akan tapi harus memiliki etika yang diterapkan didalam bidangnya.
Perbedaan antara Profesional dengan Pekerja (Profesi)
Pekerja (profesi) sangat jauh berbeda dengan profesionalisme. Berikut perbedaan antara pekerja (profesi) dengan profesional:
Pekerja :
• Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
• Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
• Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
• Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
Profesional :
• Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
• Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
• Hidup dari situ.
• Bangga akan pekerjaannya.
Selain itu juga perbedaan profesional dengan pekerja biasa adalah terletak pada gairah, tujuan, nilai, kebiasaan, kemampuan dan usaha. Perusahaan biasa menggunakan syarat pengalaman kerja sebagai kelaziman karena dengan banyaknya pengalaman maka seorang pekerja diharapkan semakin sedikit dalam membuat kesalahan dalam pekerjaannya nantinya. Tapi semua itu bukanlah jaminan karena kembali lagi ke orangnya apakah dia memang seorang profesional yang memiliki gairah dalam bekerja, tujuan untuk mencapai target dan nilai yang ingin dia capai dalam menjalani pekerjaannya.
Cara-cara agar bisa menjadi profesional
1. Kembangkan keahlian (Expert)
Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis. Kita perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus. Kita harus menggali potensi dan kemampuan kita dan terus dikembangkan sampai kita menjadi ahli. Fokus pada kekuatan kita dan bukan pada kelemahan kita, lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana), sadari setiap kita punya keunikan dan kekhususan jadi kita perlu inves waktu untuk mengembangkannya. Hal ini butuh ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan pemahaman kita lewat seminar, buku, audio, latihan.

2. Mahir membangun hubungan (Relationship)
Kemampuan kita membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain sangat menentukan keberhasilan kita dalam kehidupan. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti: pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan, keluarga. Makanya tidak heran sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bila anda ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang anda pilih, anda harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai kalangan. Karena masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus tapi mereka sulit menerima orang yang tidak bisa berhubungan baik dengan orang lain.

3. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)
Seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi. 90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis, diakibatkan komunikasi yang salah. Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik. Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.

4. Hasilkan yang terbaik (Excellent)
Seorang profesional sejati akan selalu berusaha menghasilkan karya yang berkualitas tinggi dan kinerja yang maksimal. “Profesional don’t do different thing, they do thing differently”. Untuk menjadi profesional kita harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan. Waktu kita lakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. Jangan puas dengan rata-rata kejar hasil yang excellent. Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok. Pikirkan selalu (Mindset) apa yang dapat saya lakukan untuk add value bukan apa yang saya bisa peroleh.

5. Berpenampilan menarik (Good Looking)
First impression is very important! Karena orang akan menilai kita 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima kita atau tidak. Sama halnya kalau kita mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview dulu, mau masuk toko lihat dekor yang paling menarik. Penampilan menarik tidak harus mahal, anda hanya perlu kreatifitas dalam menata penampilan diri anda.

6. Kehidupan yang seimbang (Balance of life)
Seorang profesional harus mampu atur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Setiap kita mungkin memiliki banyak peran dalam hidup ini seperti: sebagai anak, ayah, anggota organisasi, ketua, sales, karyawan. Kita harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang kita jalankan jangan sampai tercampur aduk. Hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.

7. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)
Untuk menjadi seorang yang profesional sejati kita harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang kita lakukan dengan orang lain. Sementara orang lain kompromi, menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mencapai tujuannya kita tetap berpegang pada prinsip yang benar. Diluar sana ada begitu banyak cara-cara pintas dan penyimpangan yang terjadi, oleh karena itu kita harus mampu mempertahankan sikap profesionalisme. Perlahan-lahan masyarakat akan menyadari bahwa anda berbeda dengan yang lainnya.
BAB.III
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa pekerjaan, profesi, dan profesional itu berkesinambungan/ saling terkait. Serendah-rendahnya orang mempunyai pekerjaan jika dia bertanggung jawab atas pekerjaannya dia bisa disebut seorang profesional. Setinggi-tingginya profesi yang dimiliki seseorang jika dia tidak bisa bertanggung jawab, maka dia tidak dikatakan profesional.
BAB.IV
Daftar pustaka :
• http://www.seputarpendidikan.com/2014/08/pengertian-pekerjaan-profesi-dan-profesional.html
• http://www.andreanperdana.com/2013/03/pengertian-profesi-profesional.html
• http://www.pengertianku.net/2015/05/pengertian-profesional-dan-ciri-cirinya-lengkap.html
• June 12, 2011 scyziahLeave a comment
• https://blogerweb.wordpress.com/2011/06/12/perbedaan-antara-profesional-dengan-pekerja-profesi/
• https://id-id.facebook.com/notes/kata-kata-motivasi/7-strategi-menjadi-pribadi-yang-profesional/172846432736656/

Comments

No Comments have been Posted.

Post Comment

Please Login to Post a Comment.

Ratings

Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Render time: 0.04 seconds
1,258,019 unique visits